Rumput dan sejarah bungkus makanan

packing pembungkus makanan
Bungkus makanan, rumput dan sejarah bungkus makanan, pack, packing, kardus kotak makanan, kardus makanan, kertas pembungkus, pembungkus makanan, sejarah bungus kertas, packing, Sejarah mencatat bahwa leluhur kita dahulu menggunakan cara sederhana untuk membuat bungkus makanan yang akan disajikan, hakikatnya manusia hidup membutuhkan makanan. Awalnya ketika seseorang menemukan makanan, mereka akan langsung memakannya ditempat. Orang-orang primitif menggunakan alang-alang, rumput, daun, pelepah, kulit buah, kulit kayu dan kulit binatang untuk mewadahi buah-buahan yang dipungut di hutan.
Jaman berubah, daun menjadi pilihan, sebut saja daun pisang, daun jati, daun waru, dimana baha dau daunan tersebut melimpah dan memiliki ukuran yang lebar, serta bisa berfungsi dengan bagus, kemudaian saat perkembangan pertanian, desa-desa mulai mandiri dan manusia mulai menangkap, membuat serta memproduksi, mereka mulai menggunakan kerang dan labu untuk mewadahi makanan atau bahan makanan mereka. Kemasan yang manusia dapatkan dari alam tersebut fungsi dan bentuknya pun masih sangat sederhana. Yakni, hanya sebatas untuk keperluan membawa makanan yang tidak habis dimakan dan untuk dibawa ke daerah lain.
pembungkus makanan
Di jaman Neolitik, manusia mulai membuat cawan, baki dari tanah liat. Kemudian bangsa Cina mulai membuat keramik untuk mewadahi benda padat ataupun cair. Masyarakat Indonesia kuno menggunakan bambu untuk menyimpan benda cair. Tetapi pada jaman itu kemasan masih tetap seadanya walaupun sudah berfungsi lebih sebagai pelindung makanan terhadap pengaruh buruk cuaca atau proses alam lainnya yang dapat merusak makanan atau bahan makanan.
Di awal tahun 1800-an, saat Eropa dan Amerika mengalami peningkatan jumlah populasi barulah kantong kertas muncul. Disusul tahun 1817 kardus pertama kali dibuat di Inggris yakni 200 tahun setelah bangsa Cina menemukan kertas. Seiring perkembangan jaman di tahun 1839 mulailah kardus diproduksi secara komersial