Caping Peternak Sapi di daerah Lereng Merapi

CAPING AS TRADITIONAL SAFETY
CAPING/ TRADITIONAL SAFATY
caping ngarit
Caping peternak sapi di daerah lereng merapi ini tidak bisa kita temui di tempat lain, hanya dipakai oleh bapak bapak. Digunakan sebagai alas kepala para petani, Caping ini terbentuk dari adanya budaya NYUNGGI yaitu membawa barang atau memindahkan barang dengan cara dibawa dikepala, hal ini terjadi secara turun temurun dari nenek moyang sampai saat ini, tidak ada sejarah tertulis, prasasti atau apapun yang bisa menjelaskan tentang asal muasal caping ini. Penduduk yang berdiam di lereng gunung merapi dan merbabu secara turun temurun memilik pekerjaan utama sebagai petani dan juga peternak, dua kegiatan
Rumput Gajah Kolonjono/ Kolomentoyang saling berhubungan adalah memanen hasil kebun untuk makan sapi, begitu juga sebaliknya. Nah pada saat itulah ada kegiatan manual yang dilakukan sebagai SAFETY atau alat pelindung kerja tradisional yaitu berupa CAPING.
Caping peternak sapi di daerah lereng merapi ini merupakan kayaan tradisional yang tidak menasional, tetapi turut berperan dalam memebentuk karakter pemakainya menjadi berfikir nasional.